Published on Monday, December 7, 2009 by shandyisme
Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC. Yap, tulisan ini dibuat untuk mengikuti Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC. So, kalimat-kalimat selanjutnya yang akan kalian baca adalah tulisan yang ditujukan untuk Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC. Owh iya, kompetisi ini diadakan oleh http://www.mudaers.com/.
Bangga Indonesia. Ketika pertama kali mendengar 2 kata tema Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC ini, saya jadi teringat desain kaos yang saya buat beberapa bulan yang lalu, Agustus 2009 tepatnya.
Yap. Apa sih yang ada dalam pikiran kalian ketika mendengar 2 kata ini? Seberapa bangga sih kalian terhadap Indonesia? Seberapa besar kebanggaan kalian terhadap Indonesia? Cukup bangga? Sangat Bangga? Atau biasa saja?
Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC
Bangga Indonesia? Yakin?
Apa sih yang bisa dilakukan untuk menunjukkan kebanggan kita terhadap negara ini? Berbicara sehari-hari dengan bahasa persatuan bahasa Indonesia? Yakin gak dicampur-campur dengan kata-kata "Sorry", "Thx ya!", "See you". Atau menggunakan produk dalam negeri? Yakin komputer atau laptop kalian adalah merk keluaran Indonesia? Atau malah masih menggunakan produk non-Indonesia?
Ya, wacana seperti ini sangat dimungkinkan terjadi, malah bisa jadi sudah seringkali terjadi. Ketika ada pihak A yang berteriak dengan lantang "Bangga Indonesia", akan ada pihak B yang mengkritik "Lho, laptop, handphone, dan aksesoris lain lw itu masih buatan luar koq, dimana bangga Indonesia nya?". Salahkah Pihak A? Tidak juga. Salahkah Pihak B?
Mulailah berfikir terbuka. Apakah Bung Karno ketika memperjuangkan kemerdekaan murni hanya menggunakan bahasa Indonesia? Tidak juga. Beliau sesekali menggunakan istilah asing juga seperti bahasa Inggris. Bukankah para pejuang kemerdekaan menjadi tangguh karena didikan Belanda? Peta? Putera? Bukankah persenjataan yang digunakan untuk memperoleh kemerdekaan juga merupakan produk non-Indonesia?
Ya. Berfikir Terbuka. Ketika menemukan wacana seperti ini, maka berfikirlah terbuka karena masih ada hal-hal yang jauh lebih penting dibandingkan mengkritisi campuran bahasa yang digunakan oleh seseorang atau penggunaan produk yang bukan produk buatan Indonesia.
Setengah Bangga atau Setengah Tidak Bangga?
Tau perumpamaan Gelas Setengah Penuh dan Gelas Setengah Kosong? Dari sisi mana kalian biasa melihat sebuah gelas? Setengah penuhkah? Atau setengahkosong? Terhadap Indonesia, mana yang kalian lihat? Indonesia yang semakin terpuruk dengan tindak pidana korupsi, pengangguran yang meningkat, kemiskinan yang meninggi? Atau Indonesia yang semakin membaik dengan transparansi yang semakin baik dan unit kecil dan mikro (UKM) yang semakin meningkat?
Kalian boleh dengan lantang berkata "...