Nama : Nafsul Muthmainah
Alamat blog : http://inamuth2.blogspot.com
Aku terbangun dari kotor dan dinginnya bawah jembatan ini. Begitu juga dari suara-suara kendaraan bermotor yang silih berganti. Tapi ini sudah biasa bagiku. Ketika kubuka mata ini, pikiran dan perutku seakan mengerti. Saatnya kucari sesuap nasi. Menelusuri rimba rayanya kota, tertatih pada rintih kaki dan berpeluh pada guritan derita.
Kakiku terus melangkah, sementara perutku pun terus mendendangkan lagu keroncongnya. Kutilik dibalik rumah mewah itu. Bahagia sekali, mereka sarapan pagi bersama dengan makanan telah tersaji diatas meja. Sementara aku?? Berapa kilometer lagi harus kutempuh?? “Aku tak seberuntung mereka”.
Di teriknya matahari yang seakan ingin membakar kulitku, aku harus mengais rejeki. Di jalanan, di perempatan, di warung-warung, tak peduli betapa teriknya siang ini. Dengan lagu kudendangkan juga dengan tangan menengadah. Pengemis, pengamen, mungkin itu kata yang lebih tepat. Anak jalanan, anak terlantar, apapun kata mereka aku tak peduli. Buat aku yang terpenting adalah bagaimana menyambung nyawaku.
Kutengok di balik gedung itu. Nyamannya mereka, tidak kepanasan, duduk disana, mendapatkan pendidikan, mendapatkan teman pula. Inginnya aku bersekolah. Tapi uang dari mana? Bagaimana bisa? Kalaupun telah ada sekolah gratis, belum tentu yang lainnya gratis. Kalaupun aku sekolah, bagaimana aku bisa mencari sesuap nasi? Sekali lagi aku harus berkata, “Aku tak seberuntung mereka”.
Lalu ketika senja tiba. Kutahu hari kan gelap. Gelap pula harapanku, ku tahu malam ini aku harus tidur di emperan toko, di kolong langit, bahkan di kolong jembatan. Tanpa peduli apa yang akan terjadi nanti. Hujankah? Hemmm… hujan? Dinginnya malam adalah selimutku. Kardus bekas adalah kasurku. Tak ada bantal dan guling untukku.
Guling dan bantalku telah mati. Diambil Tuhan, bahkan disaat aku ingin merasakan hangatnya pelukan ibu. Yang tersisa hanyalah sebuah kenangan dan dingin yang menusuk kalbu. Sementara aku disini, anak-anak lain tidur menggunakan kasur, selimut tebal, bahkan hangatnya pelukan orang tua. Dan untuk kesekian kalinya, aku harus berkata “Aku tak seberuntung mereka” .
Ibu, ingin ku mengadu. Mereka bilang aku anak terlantar, mereka bilang aku anak jalan yang tak pantas jadi teman mereka. Mendekat saja mereka tak mau. Ibu…temanku hanya kepahitan hidup. Isak tangis kutahan, senyum palsu kuperlihatkan. Ingin kutunjukan ketegaran pada diriku, meskipun sebenarnya aku rapuh.
Miris… melihat mereka menapaki kepahitan hidup. Tak ada yang peduli, bahkan menganggapnya jijik. Fakir miskin dan anak terlantar di pelihara oleh Negara, jelas tertera dalam UUD 1945. Namun, faktanya tidak seperti itu. Mereka dipinggirkan oleh Negara, bahkan diliriknya saja tidak. Apa pemerintah lupa? Ataukah hanya berpura-pura?
Anak terlantar (anak jalanan) justru diperlihara oleh Babeh. Mereka mendapat perlakuan buruk, disodomi, tempat pelampiasan nafsu seksnya. Kejahatan terhadap anak-anak jalanan kerap terjadi. Dan pemerintah seakan-akan pura-pura, alih-alih memelihara anak terlantar, pemerintah malah memelihara para koruptor.
Harapanku untuk Indonesiaku adalah agar pemerintah benar-benar mencerna dan memahami redaksional dari pasal 34 ayat 1 UUD 45 yang berbunyi “ Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara”. Agar mereka mendapatkan perlindungan yang lebih baik.
Kata Kunci yang berhubungan dengan artikel ini:
- anak jalanan (1391)
- kata kata anak jalanan (477)
- artikel anak jalanan (463)
- kata anak jalanan (187)
- kata-kata anak jalanan (174)
- makalah anak jalanan (117)
- jeritan anak jalanan (97)
- artikel tentang anak jalanan (69)
- makalah tentang anak jalanan (37)
- kata2 anak jalanan (33)
- Indonesia : Lebih Baik dan Terbaik
- PEMENANG Kontes Blog Mimpiku Untukmu Indonesiaku
- Kontes Blog: Mimpiku Untukmu Indonesiaku
- Sahitel Sahicam DB705C Alnect Komputer
Tulisan Terkait:

hihihihihihi makasih…

mudah2an bisa menginspirasi kita untuk lebih peduli…
[Balas]
hebat…. boleh jadi bahan referensi pentasku kan??
[Balas]
nice post…
Kunjungi Juga Blog Saya
[Balas]
ahahahahha
[Balas]
mau minta artikel anak jalanan yang lengkap donggg

[Balas]
gan minta izin wat copy paste artikelx…ty
[Balas]
makasi berkat gw baca ini gw tau arti hiduo itu apa..
mereka adalah sodarah kta semua
tunjuk kan kalo kita sodara derita meraka derita kita juga..
[Balas]
[Balas]
kita juga perlu untuk menolong

mereka walaupun cuma
sedikit…
[Balas]
ijin share ya…
[Balas]
salam enall,,membantu sekali dlm pnilisan proposal…
[Balas]
Aboutisme
Search
shandyisme @ Flickr
Statistik
Total Pengunjung Sejak 1 Muharram 1430 H / 28 Desember 2008
View blog authority
Proudly powered by WordPress
Modification by Febrian Shandy Rifano